Situs Resmi Kecamatan Marga

Desa Baru

Posted by on Jul 5, 2013 in Profil Desa | 0 comments

Desa Baru

Membicarakan tentang sejarah Desa memang sudah ada dari sejak jaman dulu, Sesungguhnya adalah merupakan masalah yang sangat sulit rumit, ini disebabkan karena pada umumnya bukti – bukti tertulis jarang sekali ada. Oleh karena itu untuk menyusun sejarah tersebut hanya bisa berdasarkan informasi – informasi yang mengetahui seluk beluk tentang Desa tersebut .

Sebelum membicarakan masalah tentang Desa Baru terlebih dahulu perlu dibicarakan tentang terjadinya masing-masing Banjar Adat yang ada di Desa Baru sekarang ini yaitu :

  1. Banjar Adat Baru
  2. Banjar Adat Raden
  3. Banjar Adat Pinge
  4. Banjar Adat Susut

 

  •           I.      BANJAR  ADAT BARU

Disebelah Utara Pedukuhan adalah kelompok masyarakatyang di pimpin oleh seorang pemekel yang bernama I Pasek Gede Blong, sebagai pedukuhan griya Kedaton dan juga sebagai rakyat I Gusti Ngurah Belaluan, sebagai pemimpinnya dan lokasinya bernama Banjar Blong. Disini I Pasek gede blong membangun sebuah pura pedarman bernama pura panti pasek. Makin lama makin banyak penghuni dan pendatang diwilayah tersebut dengan membawa nama asalnya masing-masing antara lain :

-            Kelompok pande Beratan, dengan mendiami sebelah utara Banjar blong yang bernama Banjar Unagi.

-            Kelompok keramas adalah mendiami sebelah utara banjar unagi (Men Tiwa).

 

Dengan lenyapnya kerajaan I Gusti Ngurah Belaluan, untuk memperkuat persatuannya maka banjar blong, banjar unagi, dan kelompok keramas bergabung menjadi satu banjar adat yaitu menjadi banjar adat wawu dan lama kelamaa menjadi baru, sebab banjar adat ini baru.

  1. II.                  BANJAR ADAT RADEN

Diwilayah banjar baru sering juga datang kelompok penghuni. Ini mengakibatkan lokasi di banjar adat baru menjadi penuh maka dari itu kedatangan kelompok penghuni pendatang berikutnya harus mendiami lokasi yang lain didaerah baru tetapi masih merupakan wilayah banjar baru, maka kelompok pendatang yang berikutnya membentuk kelompok yang baru yaitu dengan mendiami wilayah dibagian timur banjar baru dengan membuat suatu daerah atau rerodan. Rumah yang baru lama-lama rerodan ini berubah manjadi raden sehingga banjar adat ini diberi nama banjar raden.

  1. III.                BANJAR ADAT PINGE

Menurut cerita nang tengah demikian keutara dari pusata kerajaan I Gusti Ngurah belaluan ada tiga tempat kelompok masyarakat yang juga merupakan rakyat I Gusti Ngurah Belaluan diantaranya yaitu :

  1. Kelompok paling selatan bernama Banjar Tengging sebagai pekandelan atau pendukung Pura pengelumbungan.
  2. Disebelah utara banjar tengging terdapat banjar tengah sebagai pendukung pura kayangan tiganya desa adat .
  3. Banjar Pinge sebagai pendukung sebuah pura natar jemeng sampai sekarang berdasarkan bukti-bukti peninggalan yang terdapat di pura menunjukkan bahwa masyarakat pendukungnya menganut agama ciwa dengan adanya patung ganesa.

Adanya nama banjar pinge menurut nang tengah ( dari Pinge ) dahulu di pura natar jemeng terdapat sebuah pohon cempaka putih yang sangat besar, putih berarti Pinge jadi banjar tersebut diberi nama  Banjar Pinge. Banjar tersebut menggabungkan diri menjadi satu banjar yaitu memakai banjar pinge yang ada sampai saat ini.

  1. BANJAR ADAT SUSUT

Banjar ini merupakan kelompok penghuni yang terakhir diantara banjar-banajr lain yang bergabung desa baru. Banjar ini pun adalah merupakan penghuni pendatang, pendatang dari banjar susut tidak jelas susut itu wilayah apa. Sehingga banjar adat ini diberi nama banjar susut, walaupun dimasa berikutnya banyak datang penghuni perorangan yang ikut mendiami banjar susut ini seperti dari gerih dan lain-lainnya tetapi mereka tidak membawa nama asalnya tergantung dalam banjar susut.

Setelah diuraikan sejarah masing-masing banjar tersebut diatas barulah dapat diuraikan tentang sejarah desa baru.

Mengenai pembentukan pemerintahan desa mulai sejak pemerintah penjajah belanda di Indonesia. Pemerintah belanda untuk memudahkan mengatur penjajahan secara administrasi lalu membentuk pemerintahan administratif desa, jadi pembentukan desa administratif, desa pun beru terjadi setelah adanya pemerintah penjajah belanda. Pembentukan desa administratif ini dengan jalan menggabungkan banjar-banjar adat yang tepatnya saling berdekatan menjadi satu yang diperintahkan oleh seorang perbekel maka antara baru, raden, pinge dan susut tergabung menjadi satu kelompok pemerintahan desa menjadi desa baru.

Demikian riwayat tentang sejarah desa baru yang disusun sebagaian besar berdasarkan informasi.

  1. A.    ASPEK DEMOGRAFI
    1.                                 I.        Data Penduduk, : Jumlah Penduduk Laki dan Perempuan di masing – masing  dusun adalah sebagai berikut, :

No

Nama Dusun

Jumlah KK

Jumlah Penduduk

Jumlah Anggota Keluarga
Laki-laki Perempuan

1.

Dusun Baru

209

386

395

781

2.

Dusun Raden

39

78

76

154

3.

Dusun Pinge

167

323

340

663

4.

Dusun Susut

197

314

298

612

Jumlah

618

1.101

1.109

2.210

 

  1.                                     II.             Agama

Masyarakat Desa Baru sangat toleransi / saling menghargai antar umat beragama satu dengan yang lainnya yaitu jumlah penduduk yang beragama Hindu 2.206 orang dan beragama Islam 4 orang.

  1.                                   III.               Mata Pencaharian

Mata Pencaharian Penduduk Desa Baru adalah mayoritas mempunyai pekerjaan bertani yaitu sekitar 70 %, pegawai 10%, dan pedagang / buruh / Jasa dan lain – lainnya 20%.

  1.                                   IV.               Pendidikan

Pemerintahan Desa senatiasa tetap memperhatikan di bidang Pendidikan karena maslah pendidikan adalah masalah mendasar untuk mengentaskan buta aksara untuk menuju peningkatan sumber daya manusia dimana di Desa Baru sudah ada 2 buah TK, 2 buah SD dan 1 buah UGB SMP Negeri 3 Marga di Baru dan tingkat pendidikan di desa Baru adalah :

1.    Belum Sekolah                  =     131    Orang

2.    T K                                          =       21    Orang

3.    SD sedrajat                         =     486    Orang

4.    SLTP sedrajat                     =     446    Orang

5.    SLTA sedrajat                     =     581    Orang

6.    S.1                                          =       55    Orang

7.    S.2                                          =       40    Orang

8.    S.3                                          =       27    Orang

  1.                                     V.               Kesehatan

Dibidang kesehatan tidak ada masalah karena masyarakat Desa Baru itu sudah dilayani oleh 1 ( Satu ) buah Puskesmas Pembantu dan setiap hari Kamis ada kunjungan Dokter, disamping itu banyak bidan –bidan praktek dan oleh Dokter yang ada di wilayah Desa.

  1.                                   VI.               Kelembagaan

Dibidang kelembagaan di Desa Baru sangat banyak lembaga- lembaga yang menangani tentang Pemerintah Desa maupun lembaga yang menangani masalah penanganan permasalahan sosial maupun budaya seperti Adat, Sekaa Teruna, Karang Taruna, Sekaa Gong / Angklung, Kelompok Ternak, Ukir Stil Bali, Pertanian dan Subak Abian.

  1.                                 VII.               Kondisi umum

Di Indonesia masalah musim mungkin sama kondisinya dan khusus di Desa Baru, kami mengenal 3 jenis musim yaitu :

  1. Musim Kemarau
  2. Musim Penghujan
  3. Musim Panca Roba

 

2.1.3.        Keadaan Sosial

Jumlah penduduk Desa Baru berdasarkan hasil sensus pada tahun 2010, adalah sebanyak 2.206 jiwa, terdiri dari 1.101 jiwa penduduk laki-laki dan 1.109 jiwa penduduk perempuan, yang terdiri dari 612 KK. Sedangkan jumlah RTM sebanyak 59 RTM dengan 220 orang anggota keluarga.

Struktur penduduk menurut pendidikan menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dipunyai desa Baru yaitu yang berusia pada usia pendidikan dasar 7 tahun s/d  16 tahun ( pendidikan sekolah dasar dan menengah ) yang belum pernah sekolah 16%, sedang mengikuti pendidikan 77 % dan sisanya 7 % tidak bersekolah lagi.

Sedangkan yang berusia diatas 16 tahun ( diatas usia pendidikan dasar ) yang belum pernah sekolah 7 %, sedang mengikuti pendidikan 14 % dan sisanya 0,26 % tidak bersekolah lagi, baik pada tingka lanjutan dan perguruan tinggi.

Struktur penduduk menurut mata pencaharian menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk menggantungkan sumber kehidupannya disekitar pertanian (70 % ), sector lain yang menonjol dalam penyerapan tenaga kerja adalah perdagangan ( 10 %), sektor industri rumah tangga dan pengolahan ( 8 %),

sektor jasa ( 2 %) dan sektor lainnya seperti pegawai negeri, karyawan swasta dari berbagai sektor ( 10 %).

Struktur penduduk menurut agamna menunjukkan sebagian besar penduduk Desa Baru, beragama Hindu( 99,9 %), Islam( 0,09 %), Budha( 0 %), Kristen Protestan( 0 %).

Dalam konteks ketenagakerjaan ditemukan bahwa 56,4 % penduduk usia kerja yang didalamnya 14,2 % angkatan kerja dan 42,2 % bukan angkatan kerja.

Kebudayaan daerah Desa Baru, tidak terlepas dan diwarnai oleh Agama Hindu dengan konsep “ Tri Hita Karana “ ( hubungan yang selaras, seimbang dan serasi antar manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya).

 

2.1.3.        Keadaan Ekonomi

Struktur perekonomian Desa Baru masih bercorak agraris yang menitikberatkan pada sector pertanian. Hal ini didukung oleh penggunaan lahan pertanian masih mempunyai porsi yang tersebar sebanyak 85 % dari total penggunaan lahan desa. Juga 70 % mata pencaharian penduduk menggantingkan hidup pada sector pertanian. Pada sector ini komoditi yang menonjol sebagai hasil andalan adalah padi dan palawija.

Beberapa sector ekonomi yang tergolong economic base dan menonjol di samping sector pertanian adalah, perdagangan, industri rumah tangga dan pengolahan serta sector pariwisata.

Pada sector perdagangan untuk kebutuhan konsumsi dan hasil pertanian, sedangkan fasilitas pasar yang ada di desa Baru, yaitu pasar kecamatan 1 buah.

Pada sector Industri rumah tangga dan pengolahan termasuk didalamnya adalah kerajinan ukir, jahit untuk banyak berkembang secara perseorangan yang banyak menyerap tenaga kerja.

Pada sector jasa, yang menonjol adalah tumbuhnya lembaga/institusi keuangan mikro berupa Koperasi. LPD sebagai pendukung ekonomi desa. Hal ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam perkembangan ekonomi desa secara keseluruhan. Disamping itu sector jasa yang lain adalah Koperasi Pertukangan dan Sektor industri yang berkembang di desa Baru juga diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi desa secara keseluruhan, karena sector ini mempengaruhi perkembangan sector-sektor yang lainnya seperti peternakan.

 

2.1.       KEADAAN PEMERINTAHAN DESA BARU

Pemerintahan Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, adalah desa kami yang terletak paling Utara di Kecamatan Marga dengan  :

  1. a.    ORBITASI

a.1. Jarak dari ibu kota Kecamatan           :   8 Km

a.2. Jarak dari ibu kota Kabupaten            : 18 Km

a.3. Jarak dari ibu kota Propinsi  : 33 Km

  1. b.    IKLIM

b.1. Curah Hujan                                              : 4.500 Mm

b.2. Jumlah Bulan Hujan                               : 6 Bulan

b.3. Suhu Rata – rata                                      : 230C

b.4. Tinggi Tempat                                           : 500-700 Mdl

b.5. Bentangan Wilayah                                                : Dataran Rendah

 

  1. B.     ASPEK GEOGRAFI

     Secara geografi, Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan merupakan daerah landai dengan ketinggian, : 500 – 700 Meter diatas permukaan laut, curah hujan, 4.500 mm / Tahun, dengan batas wilayah administrative sebagai berikut, :

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Apuan.

-       Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Luwus.

-       Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tua.

-       Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Payangan.

 

Luas wilayah Desa Baru, adalah seluas, : 400 Ha. Secara administratif desa Baru. Terbagi atas 4 ( Empat ) Banjar Dinas / Dusun yang meliputi, :

  1. Banjar Dinas, Baru.
  2. Banjar Dinas, Raden.
  3. Banjar Dinas, Pinge.
  4. Banjar Dinas, Susut.

Penggunaan lahan di wilayah Desa Baru. Sekarang dipilih menjadi daerah pemukiman, : 17 Ha. Tanah Sawah, : 141 Ha. Pertanian Tanah Kering, : 103 Ha. Penggunaan lahan Lain – lain, : 2,5 Ha. Perkantoran, : 0,03 Ha. Tanah Lapangan, : 2 Ha.

Desa Baru, memiliki jalan sepanjang, :  10,00 Km. dengan Rincian, Jalan Nasional, : – Km. Jalan Propinsi, :  – Km. Jalan Kabupaten, : 2 Km. Jalan Desa, 8,00 Km dengan kondisi beraspal, : 2,5 Km. Jalan Berbeton, : 5,00 Km.  dan jalan Tanah, : 2 Km.

 

 

  • I.                   VISI DAN MISI DESA BARU

 

-       Visi dan Misi Desa Baru

adalah : Terwujudnya peningkatan kesejahtraan masyarakat Tabanan melalui pembangunan yang berkelanjutan berwawasan Budaya dan Lingkungan yang menitik beratkan pada pertanian dalam arti luas dan bersinergi dengan pariwisata, dan ada 8 ( Delapan ) bidang prioritas pembangunan adalah :

1.Bidang Kesehatan Tabanan Tahun 2007

2.Bidang Pendidikan Tabanan Cerdas 2008

3.Bidang Pertanian Tabanan Kota Agro Tahun 2010

4.Bidang Budaya dan Pariwisata Tabanan Taksu Bali 2010

5.Bidang Ekonomi Kerakyatan Pencapaian LPE Tabanan 7 % Tahun 2010

6.Bidang Aparatur Pelayanan Prima Tahun 2008

7.Bidang Ekonomi Kerakyatan Pencapaian LPE Tabanan 7 % Tahun 2010

8.Bidang Tata Ruang Tabanan Tertib Ruang 2010

9.Bidang Trantib Tabanan Aman Tertib dan Nyaman 2008

 

4.1.1. Visi Desa Baru

 

Visi desa merupakan suatu alat dorong bagi masyarakat desa agar memiliki motivasi untuk secara terus – menerus atas dasar kesadaran sendiri melakukan “ Pembangunan” dari situasi dan kondisi sekarang ini.

Visi ( Cita-cita) yang hendak dicapai masyarakat desa Baru adalah : Membangun Desa secara berkesinambungan untuk mengentaskan kemiskinan guna menuju masyarakat yang lebih sejahtra.

 

4.1.2. Misi Desa Baru

 

Misi Masyarakat Desa Baru dalam mencapai masyarakat sejahtra berdasarkan Visi diatas dengan cara mengembangkan dan membangun dibidang peningkatan kualitas dan kapasitas Masyarakat ( dibidang Pendidikan dan Kesehatan ) prasarana dan sarana dasar dan ekonomi yang meliputi :

  1. Pengembangan dan perbaikan jalan desa / jalan subak.
  2. Posyandu
  3. Pemgembangan Jaringan tranmisi air minum dan fasilitas masyarakat lainnya.

 

 

  1. II.                ALAMAT KANTOR

 

Kantor Desa Baru beralamat di Banjar Baru, Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yaitu Jn. Raya Marga – Apuan kode post 82181.

 

  1. III.             RENCANA KEGIATAN

 

Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam rencana kegiatan pembangunan Desa secara bertahap demi meratanya masyarakat menikmati hasil pembangunan serta berpartisipasi dalam pembangunan itu sendiri.

 

  1. Kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2013

 

1.   Perbaikan pipa air minum, tranmisi dan distribusi, pembelian meteran

2.   Perlengkapan sarana dan prasarana kantor

3.   Menggerakkan pembangunan sosial masyarakat ( swadaya )

4     Pembangunan Kantor Desa

5     Senderan Jalan

6.   Pembinaan masyarakat di bidang kesehatan, kebersihan dan lingkungan hidup

7.   Menggerakkan pembangunan Desa Wisata

8.   Pembinaan di bidang keagamaan

9.   Pembinaan masyarakat dibidang ekonomi

10. Pembinaan SDM generasi muda

11. Tanggap penyakit rabies dan flu burung

12. Pemberdayaan/peningkatan perempuan ( SPP Mekar Sari )

13. Pembangunan Penyengker Pura Melanting Br. Raden

14. Pembangunan Bale Panjang dan Kreb Pelinggih di Pura Bale Agung Baru

15. Penyenderan jalan Pinge menuju Subak Belaluan

16. Pembangunan Puwaregan dan wc di Bale Banjar Susut

17 .Pembangunan wc di Pura Dalem Baru

 

  1. IV.               DATA KEGIATAN DESA BARU

 

  1. Pembuatan Jalan Subak Tani di Subak Pingelen Br. Pinge
  2. Pembuatan Senderan jalan Br. Baru – Br. Raden
  3. Pembuatan gardu pandang di objek Wisata Pura Beji Pinge
  4. Pelatihan memasak dalam rangka kegiatan Desa Wisata di Banjar Pinge
  5. Pembuatan Tapal Batas Desa Baru
  6. Pelatihan Tata Rias Pengantin Bali ( PKK Desa Baru )
  7. Pembinaan dari Kabupaten dan Kecamatan untuk PKK dalam rangka menyambut Lomba Desa tahun 2014

 

 

Pembuatan Gardu  Pandang Objek Wisata Pura Beji Pinge Pembuatan jalan Subak Pengilen Pembuatan Senderan Br Baru- Br Raden Pembuatan tapel batas desa baru

Pelatihan Memasak di Br Pinge Pelatihan Tata Rias PKK Desa Baru Pembinaan PKK Desa Baru

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>